Selasa, 14 Apr 2026 · pagi

Pagi. Negosiasi AS-Iran di Islamabad buntu, Trump perintahkan blokade Selat Hormuz tadi malam. Minyak tembus $104/bbl, IHSG buka turun 0.65% ke 7.410. Petrokimia dan coal jadi dua sektor yang paling kohesif hari ini.

Catatan harian, terbit tiap sebelum pasar buka.

Kondisi hari ini balik tegang. Ceasefire yang sempat bikin IHSG loncat +6.14% minggu lalu berakhir cepat. Delegasi AS dan Iran keluar Islamabad tanpa kesepakatan, Trump langsung perintahkan blokade penuh Selat Hormuz. Brent di $101-102/bbl, WTI $104/bbl. Asing kemarin masuk Rp1 triliun tapi hari ini kemungkinan keluar selektif. Yang menarik perhatian gue paling besar adalah akumulasi broker besar di $TPIA dan $BRPT yang punya latar belakang makro jelas, dan coal yang kembali relevan karena minyak mahal.

Biar cepet, ini rangkuman saham yang paling kuat ngerespon narasi market hari ini (alasan lengkapnya gue tulis di bawah):

Radar pantauan cepat:
$TPIA Petrochemical Feedstock turun, margin buka, return 3 hari +44%
$BRPT Petrochemical/Energy 6 broker akumulasi 6 hari, return 3 hari +24%
$ESSA Gas & Ammonia Asing akumulasi 5/5 hari, score 82
$ASII Konglomerat Foreign net buy 1.2T, MACD bullish
$PTBA Batubara Asing net buy 839B, 5/5 hari
Blokade Hormuz resmi, minyak tembus $104/bbl, risk-off kembali aktif. Negosiasi AS-Iran di Islamabad buntu tanpa kesepakatan. Trump langsung perintahkan blokade penuh Selat Hormuz yang mengontrol 20% pasokan minyak dunia. WTI naik ke $104/bbl, Brent di $101-102/bbl. IHSG buka turun 0.65% ke 7.410 setelah minggu lalu naik 6.14%. DXY dan yield AS masih elevated, Rupiah stabil di sekitar 16.285 berkat BI yang tahan rate di 6%.
Petrokimia dapat angin paling langsung, broker sudah duluan masuk besar. Blokade Hormuz bikin minyak naik, tapi efek sampingnya justru positif buat petrokimia. Biaya feedstock (naphtha, ethylene) yang sebelumnya mengikuti harga minyak naik, kini di tengah ketidakpastian supply, spread antara harga produk dan biaya bahan baku mulai menguntungkan produsen lokal. $TPIA dikumpulkan 6 broker selama 6 hari, return 3 hari +44.5%. $BRPT diakumulasi 6 broker selama 6 hari berturut-turut, return 3 hari +24.1%.
Gas dan batubara jadi substitusi energi paling menarik saat minyak mahal. Dengan minyak kembali di atas $100/bbl, coal dan gas jadi alternatif pembangkit yang lebih kompetitif untuk Asia. $ESSA top score di foreign consensus (82), net buy asing 201.8 miliar dalam 5 dari 5 hari beruntun. $PTBA diakumulasi asing 839.5 miliar, 5/5 hari. $ADRO juga masuk radar asing dengan net buy 911.5 miliar dalam 4/5 hari.
Rupiah dan gold dalam posisi waspada, OJK keluarkan relaksasi margin trading. USD/IDR di 16.285, relatif stabil berkat intervensi BI. OJK terbitkan POJK 15/2026 yang menurunkan maintenance margin dari 30% ke 25% untuk saham LQ45, efektif 20 April. BEI juga relaksasi auto rejection untuk sektor tambang nikel dan batubara. Gold di $4.733/oz, masih elevated sebagai hedge geopolitik. $EMAS diakumulasi asing 1.6 triliun, tapi gold sudah turun dari puncak $5.595 di Januari.

Biar gampang nyaring, gue petain dulu sektor mana yang narasinya lagi kenceng (▲) dan mana yang masih nunggu konfirmasi (◆). Kalau mau mulai, prioritasin yang hijau dulu.

Petrokimia ▲ · Gas & Energi ▲ · Batubara ▲ · Konglomerat ◆ · Perbankan ✕
Petrokimia $TPIA, $BRPT

Margin ekspansi dari perubahan harga feedstock. Broker sudah 6 hari akumulasi, narasi makro searah dengan flow lokal. Kedua saham muncul di relative strength dengan skor 90.

Gas & Energi $ESSA, $ENRG

Asing konsisten akumulasi di gas. $ESSA score 82 di foreign consensus, 5/5 hari asing masuk. $ENRG muncul di broker sequence (6 broker, 6 hari) dan relative strength.

Batubara $PTBA, $ADRO, $ADMR

Harga NEWC masih elevated, asing parkir defensif. Minyak mahal bikin coal lebih kompetitif untuk pembangkit Asia. $PTBA 5/5 hari asing masuk, $ADRO 4/5 hari.

Konglomerat $ASII

RSI 51.9 sehat, MACD bullish, flow asing masih masuk 1.2 triliun. Tapi kalau rupiah melemah tajam, segmen kredit konsumen bisa ikut kena.

Perbankan $BBRI, $BBCA, $BMRI

Yield AS belum turun, foreign flow masih keluar dari bank besar. Eskalasi Hormuz yang memperburuk trade balance bisa menambah tekanan di sektor ini.

Cara gue pakai catatan ini: Biasanya gue nggak mantau semuanya. Gue cuma milih 1 atau 2 saham yang ceritanya paling masuk akal buat gue dari semua Lensa Narasi dan Broker. Jangan telan mentah-mentah ya, jadiin ini awalan aja buat lo pilih sendiri.

Lensa pertama, dari narasi makro. Dimulai dari kondisi upstream global, lihat sektor yang kena dampak, baru turun ke sahamnya.

$TPIA
Chandra Asri Pacific — Petrochemical
Kenapa masuk radar Minyak tembus $104/bbl dan blokade Hormuz bikin supply feedstock (naphtha, ethylene) ketat, tapi produsen lokal yang punya akses feedstock murah justru diuntungkan dari spread yang melebar. Broker sudah 6 hari berturut-turut akumulasi (RF, SS, HP, LG, AK, BK), return 3 hari +44.5%. Muncul di relative strength dengan skor 90, RS vs IHSG +50.3%.
Tapi hati-hati Blokade masih bisa dibatalkan kalau negosiasi kembali. Kalau minyak turun, margin $TPIA kembali tertekan. Volume 1.80x, tidak terlalu ekstrem, perlu konfirmasi lanjutan.
Oil Spike Tailwind Broker Sequence 6 Hari RS Score 90
$BRPT
Barito Pacific — Petrochemical/Energy
Kenapa masuk radar Enam broker (YP, DX, RF, HP, LG, CP) konsisten akumulasi 6 hari berturut-turut, return 3 hari +24.1%. Muncul di relative strength dengan skor 90, RS vs IHSG +69%. $BRPT punya portofolio bisnis di petrokimia dan energi yang relevan dengan kondisi minyak mahal.
Tapi hati-hati Broker AK jual besar (net sell 186.9 miliar), ada distribusi dari broker asing. Close-to-high 80%, ada tekanan jual di atas. Perlu konfirmasi bahwa broker lokal masih masuk hari ini.
Broker Sequence 6 Hari RS Score 90 Distribusi Asing

Lensa kedua, dari pola akumulasi. Flow broker sering datang mendahului narasi.

Radar ini memantau net buy konsisten dari broker lokal selama 2–5 hari berturut-turut. Flow dulu, cerita belakangan. Saham di bawah masuk radar karena ada akumulasi yang tidak berhenti meski market sedang volatile.
$GZCO
Gozco Plantation — Perkebunan Kelapa Sawit
Kenapa masuk radar Skor 90, BAL sweet spot. Lima broker (CP, YB, AK, BK, LG) selama 5 hari, volume 4.86x, close 100% di high harian. Return 3 hari +11.9%. Ada 12 peer saham di sektor yang sama ikut bergerak, konfirmasi sektoral solid.
Tapi hati-hati CPO tidak punya katalis makro kuat hari ini. Murni flow broker yang solid, tapi tanpa driver hulu, momentum bisa cepat berhenti.
Score 90 Sweet Spot Peer Confirmed 12
$PADI
Minna Padi Investama — Finance
Kenapa masuk radar Skor tertinggi di screener hari ini (101), BAL sweet spot. Tiga broker (YB, LG, KI) konsisten 3 hari, volume 4.88x rata-rata. Return 3 hari +29.1%. Muncul juga di relative strength dengan skor 75.
Tapi hati-hati Close-to-high hanya 42%, ada tekanan jual di atas. Tidak ada driver makro yang jelas, murni flow broker. Momentum bisa kuat 1-3 hari, tapi perlu keluar cepat kalau volume mulai turun.
Score 101 Top Volume 4.88x
Catatan ini terbit tiap pagi.

Gue bakal update kondisi market di situs ini tiap sebelum bursa buka. Tapi ini baru awal. Gue lagi bangun dua hal supaya lo bisa riset mandiri lebih gampang:

[ 1 ]
Telegram @temanritel
Catatan ringkas via chat, langsung masuk notif HP tiap pagi. Ada tambahan radar saham yang gak sempat masuk web, sekalian buat ngecek arsip hari sebelumnya.
[ 2 ]
Aplikasi Ritel Pintar
Daftar lengkap radar saham dan ulasan yang lebih komprehensif dari web dan Telegram. Butuh insight spesifik soal suatu saham? Tinggal search dan baca narasi lengkapnya di sana.

Keduanya masih dikembangkan. Daftar waitlist duluan?

Mau masuk waitlist? Ambil ebook ini sekalian.

Cara gue baca narasi makro dengan Contekan Framework Baca Narasi & Flow Broker. Gratis.
Ambil kalau mau. Nanti gue masukin ke waitlist Telegram & App juga.

Ambil Ebook Gratis & Join Waitlist