Senin, 13 Apr 2026 · pagi

Pagi. Negosiasi AS-Iran di Islamabad buntu, Trump perintahkan blokade Selat Hormuz tadi malam. Minyak kemungkinan spike lagi hari ini, dan risk-off yang sempat mereda minggu lalu balik aktif.

Catatan harian, terbit tiap sebelum pasar buka.

Ceasefire AS-Iran yang bikin IHSG loncat 4% minggu lalu berakhir lebih cepat dari prediksi. Delegasi dua negara meninggalkan Islamabad tanpa kesepakatan, Trump langsung teken perintah blokade penuh Selat Hormuz. Asing masih akumulasi selektif di saham besar, terutama $ASII dan $UNTR. Coal kembali jadi sektor paling relevan kalau oil spike berlanjut.

Biar cepet, ini rangkuman saham yang paling kuat ngerespon narasi market hari ini (alasan lengkapnya gue tulis di bawah):

Radar pantauan cepat:
$ASII Konglomerat Asing akumulasi 1.24T dalam 4 hari
$UNTR Alat Berat Tambang Foreign net buy 1.38T, proxy coal terbaik
$CPIN Pangan/Poultry Asing masuk 4 dari 5 hari, defensif
$SINI Consumer Services Skor broker tertinggi, volume 3.4x
$PADI Finance 4 broker aktif, volume 9.7x, return +40%
Blokade Selat Hormuz resmi diperintahkan, minyak kemungkinan spike hari ini. Negosiasi AS-Iran di Pakistan buntu. Delegasi dua negara keluar dari Islamabad tanpa perjanjian, dan Trump langsung perintahkan blokade penuh Hormuz. Ini membalikkan narasi minggu lalu: dari ceasefire-driven risk-on ke eskalasi ulang. Brent yang sudah di sekitar $100-103/bbl kemungkinan naik lagi saat pasar Asia buka pagi ini.
Coal naik kelas jadi substitusi energi paling menarik. Batubara thermal NEWC di sekitar $144/T, dan dengan minyak kembali mahal, permintaan coal untuk pembangkit Asia terjaga. $UNTR adalah proxy terbaik ke sektor ini karena penjualan alat berat tambang ikut terkerek. Asing sudah duluan: net buy $UNTR 1.38 triliun dalam 4 dari 5 hari terakhir.
Asing pilih konglomerat besar sebagai parkir di tengah ketidakpastian. $ASII tetap pilihan utama asing: net buy 1.24 triliun, momentum masih accelerating, RSI 57, MACD bullish. Diversifikasi bisnis ke otomotif, perkebunan, dan keuangan membuat $ASII lebih tahan dari satu kejutan geopolitik tunggal. Di consumer, $CPIN dan $AMRT juga diakumulasi asing 3-4 hari sebagai pilihan defensif domestik.
Rupiah dan gold dalam posisi waspada, bukan panik. USD/IDR di sekitar 16.285, relatif stabil berkat BI yang tahan rate di 6%. Tapi kalau minyak lewat $110/bbl dan capital outflow deras, IDR bisa kembali ke kisaran 16.400-16.500. Gold masih elevated sebagai geopolitical hedge, dan $EMAS yang kemarin diakumulasi asing besar tetap relevan kalau situasi Hormuz memburuk lebih jauh.

Biar gampang nyaring, gue petain dulu sektor mana yang narasinya lagi kenceng (▲) dan mana yang masih nunggu konfirmasi (◆). Kalau mau mulai, prioritasin yang hijau dulu.

Batubara ▲ · Alat Berat Tambang ▲ · Consumer Defensif ◆ · Konglomerat ◆ · Perbankan ✕
Batubara $ADRO, $PTBA, $ITMG, $ADMR

Minyak kembali mahal membuat coal lebih kompetitif untuk pembangkit Asia. Harga NEWC sudah di $144/T dan demand dari Asia Timur belum melambat. Posisi coal hari ini lebih kuat dari sekadar defensif.

Alat Berat Tambang $UNTR, $HEXA

$UNTR adalah cara paling bersih untuk eksposur ke tambang tanpa ikut volatilitas harga komoditas langsung. Asing sudah duluan masuk 4 hari konsisten, net buy 1.38 triliun. Kalau aktivitas coal meningkat, penjualan alat berat ikut naik.

Consumer Defensif $CPIN, $AMRT

Asing masuk ke sini sebagai pilihan parkir, tidak kena langsung dari harga minyak. Cashflow stabil, tidak ada katalis naik yang kencang, tapi aman dari dampak eskalasi energi.

Konglomerat $ASII

RSI sehat, MACD bullish, flow asing masih masuk dan accelerating. Tapi kalau rupiah melemah tajam, segmen kredit konsumen $ASII bisa ikut kena dampak tidak langsung.

Perbankan $BBCA, $BBRI, $BMRI

Yield AS belum turun, foreign flow masih keluar dari bank besar. Eskalasi Hormuz yang memperburuk trade balance Indonesia bisa menambah tekanan di sektor ini.

Cara gue pakai catatan ini: Biasanya gue nggak mantau semuanya. Gue cuma milih 1 atau 2 saham yang ceritanya paling masuk akal buat gue dari semua Lensa Narasi dan Broker. Jangan telan mentah-mentah ya, jadiin ini awalan aja buat lo pilih sendiri.

Lensa pertama, dari narasi makro. Dimulai dari kondisi upstream global, lihat sektor yang kena dampak, baru turun ke sahamnya.

$ASII
Astra International — Konglomerat
Kenapa masuk radar Foreign net buy 1.24 triliun dalam 4 dari 5 hari terakhir, momentum asing masih accelerating. RSI 57.45, MACD bullish. Bisnis yang tersebar di otomotif, perkebunan, keuangan, dan konstruksi membuat $ASII lebih tahan dari satu kejutan geopolitik.
Tapi hati-hati Segmen auto bisa kena kalau harga BBM ikut naik seiring minyak yang mahal. Kalau rupiah melemah tajam, ada risiko sentimen negatif ke beban utang valas grup.
Foreign Accelerating MACD Bullish
$UNTR
United Tractors — Alat Berat Tambang
Kenapa masuk radar Net buy asing 1.38 triliun, terbesar di screener foreign consensus hari ini. 4 dari 5 hari asing masuk konsisten. Kalau aktivitas tambang meningkat karena coal lebih kompetitif, penjualan alat berat $UNTR ikut terkerek.
Tapi hati-hati MACD bearish, sinyal teknikal mixed. Volume tinggi tapi perlu konfirmasi hari ini. Kalau minyak mahal bikin biaya hauling naik, margin customer tambang bisa terpencet jangka menengah.
Foreign Net Buy Terbesar 1.38T Coal Proxy

Lensa kedua, dari pola akumulasi. Flow broker sering datang mendahului narasi.

Radar ini memantau net buy konsisten dari broker lokal selama 2–5 hari berturut-turut. Flow dulu, cerita belakangan. Saham di bawah masuk radar karena ada akumulasi yang tidak berhenti meski market sedang volatile.
$SINI
Sarana Insani Indonesia — Consumer Services
Kenapa masuk radar Skor tertinggi di screener hari ini (90), sweet spot. HP dan YB konsisten 2 hari, volume 3.37x rata-rata, close 100% di high harian. Return 3 hari +25.57%. 8 peer saham di sektor yang sama ikut bergerak, konfirmasi sektoral solid.
Tapi hati-hati Murni flow broker, tidak ada driver makro yang jelas. Momentum bisa kuat 1-3 hari, tapi perlu keluar cepat kalau volume mulai turun atau broker berhenti masuk.
Score 90 Sweet Spot Peer Confirmed
$BNBR
Bakrie & Brothers — Industrial Services
Kenapa masuk radar Skor 75, BB dan YP masuk 2 hari berturut-turut. Volume 6.41x rata-rata, return 3 hari +38.32%. Volume sangat besar mengindikasikan ada interest serius dari broker.
Tapi hati-hati Close-to-high hanya 63.89%, ada tekanan jual di atas. Tidak ada peer confirmation. Lebih spekulatif dari $SINI. Konfirmasi hari ini krusial sebelum ikut.
Volume 6.4x Perlu Konfirmasi
Catatan ini terbit tiap pagi.

Gue bakal update kondisi market di situs ini tiap sebelum bursa buka. Tapi ini baru awal. Gue lagi bangun dua hal supaya lo bisa riset mandiri lebih gampang:

[ 1 ]
Telegram @temanritel
Catatan ringkas via chat, langsung masuk notif HP tiap pagi. Ada tambahan radar saham yang gak sempat masuk web, sekalian buat ngecek arsip hari sebelumnya.
[ 2 ]
Aplikasi Ritel Pintar
Daftar lengkap radar saham dan ulasan yang lebih komprehensif dari web dan Telegram. Butuh insight spesifik soal suatu saham? Tinggal search dan baca narasi lengkapnya di sana.

Keduanya masih dikembangkan. Daftar waitlist duluan?

Mau masuk waitlist? Ambil ebook ini sekalian.

Cara gue baca narasi makro dengan Contekan Framework Baca Narasi & Flow Broker. Gratis.
Ambil kalau mau. Nanti gue masukin ke waitlist Telegram & App juga.

Ambil Ebook Gratis & Join Waitlist